Home Al Quran 14 Hukum Bacaan Tajwid (Lengkap) dalam Al Quran

14 Hukum Bacaan Tajwid (Lengkap) dalam Al Quran

Dalam belajar cara membaca Al Quran, terdapat hukum bacaan tajwid yang perlu diperhatikan agar makna Al Quran tidak bergeser. hukum tersebut yaitu : nun sukun atau tanwin, mim sukun, idgham (dengung), bacaan mad (panjang) dan lainnya


Artikel ini tentang Berlajar Hukum Bacaan Tajwid yang baik dan benar (LENGKAP) dalam Al Quran.

Al Quran merupakan kitab suci yang diturunkan Allah melalui perantara nabi Muhammad SAW untuk memberikan petunjuk dan pedoman bagi umat Islam.

Pada saat itu, Al Quran diturunkan di tanah arab yang pada saat itu merupakan tempat Rasulullah SAW berdakwah. Sehingga, kitab suci tersebut berasal dari bahasa arab.

Oleh sebab itu, orang Indonesia dengan bahasa asli dan bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia memiliki huruf alphabet yang berbeda dengan huruf abjad bahasa arab dan juga memiliki cara pengucapan yang beda.

Sebelumnya kita telah membahas 29 huruf hijaiyah yang merupakan huruf abjad bahasa arab. Kali ini, kita akan membahas cara membaca Al Quran dengan baik dan benar menggunakan hukum bacaan tajwid.

Karena membaca Al Quran sedikit berbeda dengan membaca bahasa arab yang biasanya digunakan oleh bangsa timur tengah ini.

Perlu diperhatikan bahwa membaca Al Quran harus dibarengi dengan menguasai hukum bacaan tajwid. Sebab, jika kita membaca tanpa tajwid, maka arti dari bacaan Al Quran yang kita baca akan berubah.

huruf hijaiyah

Hukum Bacaan Tajwid

Dalam membaca Al Quran, terdapat hukum-hukum yang harus diperhatikan dalam membaca kalimat-kalimat suci Al Quran.

Hukum tersebut dinamakan hukum bacaan tajwid. Jika Anda membaca kitab suci Quran tanpa menggunakan tajwid, maka bacaan yang anda baca dapat bergeser maknanya.

Pada artikel ini akan dibahas tentang 14 hukum bacaan tajwid yang dimulai dari hukum membaca nun sukun dan tanwin hingga hukum membaca mad (bacaan panjang).

Hukum Bacaan Nun Sukun (Mati) atau Tanwin

Dalam Al Quran terdapat bacaan yang harus dipahami, adapun yang pertama adalah hukum bacaan bila nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf tertentu.

1. Izhar Halqi

Izhar Halqi merupakan bacaan apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf izhar halqi, huruf-huruf tersebut yaitu : alif atau hamzah (ء), kha (خ), ‘ain (ع), ha (ح) , ghain (غ), dan ha (ﮬ). Contoh bacaannya adalah  : نَارٌ حَامِيَةٌ

Untuk cara pengucapan izhar halqi adalah dengan membaca nun mati atau tanwin dengan jelas tanpa didengungkan.

2. Idgham Bighunnah

Hukum bacaan tajwid selanjutnya adalah Idgham Bighunnah yang merupakan bacaan nun mati atau tanwin bertemu dengan empat huruf idgham bighunnah berikut yakni : nun (ن), mim (م), wawu (و) dan ya’ (ي). Contoh bacaan idgham bigunnah : مَنْ يَّعْلَمْ .

Arti dari Idgham Bighunnah sendiri adalah melebur disrtai dengan mendengung, jadi saat pengucapannya adalah dengan mendengungkan atau memasukkan huruf nun ke dalam huruf idgham bighunnah tersebut.

3. Idgham Bilaghunnah

Idgham Bilaghunnah merupakan saudara dari Idgham Bighunnah, hurufnya adalah lam (ل) dan ra (ر). Cara bacanya adalah dengan meleburkan huruf nun dengan huruf tersebut tanpa didengungkan.

Jadi, apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf la, dan ra, maka wajib dibaca melebur tanpa mendengung.

Idgham Bilaghunnah artinya melebur tanpa dengung atau memasukkan huruf nun mati atau tanwin kedalam huruf sesudahnya tanpa disertai suara mendengung. Hukum bacaan tersebut berlaku jika nun atau tanwin bertemu huruf berikut lam dan ra’. Contoh bacaannya : مَنْ لَّمْ .

Jadi untuk hukum bacaan tajwid Idgham Bighunnah dan Idgham Bilaghunnah, keduanya biasa tidandai dengan tasydid ( ـّ )

Meskipun begitu, hukum ini tidak berlaku dalam ketentuan apabila nun mati atau tanwin serta huruf tersebut tidak ada dalam satu kata contohnya  اَدُّنْيَا. Bacaan tersebut wajib dibaca izhar atau jelas.

4. Iqlab

Iqlab adalah hukum bacaan Al Quran dimana nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ba (ب). Untuk pengucapannya, bacaan nun mati atau tanwin tidak lagi dibaca nun melaikan berubah menjadi mim (م). Contoh bacaan iqlab : لَيُنۢبَذَنَّ

5. Ikhfa haqiqi

Ikhfa berarti menyamarkan, hukum bacaan ini berlaku apabila huruf nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ikhfa.

Huruf-huruf ikhfa yakni  ta (ت), tsa (ث), jim (ج), dal (د), dzal (ذ), zai (ز), sin (س), syin (ش), sod (ص), dhod (ض), , fa (ف), qof (ق), dan kaf (ك).

Jika nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf tersebut, maka nun sukun atau tanwin harus dibaca samar-samar atau dibaca “ng”. Contoh bacaan ikhfa haqiqi yaitu : نَقْعًا فَوَسَطْنَ .

hukum bacaan tajwid nun
source: pinterest

Hukum Bacaan Mim Mati

Selain hukum bacaan tajwid untuk nun sukun atau tanwin, terdapat juga hukum untuk mim sukun (mati). Hukum tersebut yaitu:

1. Ikhfa Syafawi

Ikhfa syafawi berbeda dengan ikhfa haqiqi, karena ikhfa syafawi merupakan huruf mim mati (مْ) yang bertemu dgn huruf ba (ب).

Cara pengucapan ikhfa syafawi yaitu dengan dibaca dengan cara samar-samar pada bibir dan juga dengan sedikit didengungkan. Contoh bacaan ikhfa syafawi yaitu : فَاحْكُم بَيْنَهُم

2. Idgham Mimi atau Idgham Mutamasilain

Hukum bacaan tajwid untuk idgham mimi sangatlah mudah diingat. Karena bacaan tersebut yaitu ketika huruf mim mati bertemu dengan huruf mim.

Cara melafalkan bacaannya adalah dengan membaca huruf mim rangkap secara mendengung. Contoh bacaan idgham mimi : كَمْ مِن فِئَةٍ

3. Izhar Syafawi

Hukum bacaan izhar syafawi yaitu hukum apabila huruf mim mati (مْ) bertemu dengan salah satu huruf hijaiyyah selain huruf mim (م) dan huruf ba (ب), jadi hampir keseluruhan huruf hijaiyah.

Adapun cara membaca izhar ini harus dilafalkan dengan jelas pada bibir sambil menutup mulut. Contoh bacaan ini : لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hukum Bacaan Idgham

Sebelumnya telah disebutkan dua macam idgham, yaitu idgham bigunnah dan bilaghunnah, cara membacanya yaitu dengan memasukkan suara ke huruf setelah sukun.

Selain dua itu, terdapat hukum bacaan idgham lainnya yaitu:

Baca Juga :
#

1. Idgham mutamasilain

Idgham mutamasilain adalah hukum bacaan tajwid idgham yang terjadi apabila suatu huruf sukun bertemu dengan huruf yang sama misalnya huruf dal bertemu dengan huruf dal contohnya  ﻗَﺪ ﺩَﺨَﻠُﻮاْ.

Cara membacanya yaitu dengan mentasydidkan atau menggandakan huruf mati tersebut.

2. Idgham mutaqaribain

Idgham mutaqaribain adalah hukum bacaan yang mana bertemunya dua huruf yang makhraj dan sifatnya hampir sama dan huruf pertama tersebut berharakat sukun, seperti huruf mim bertemu ba’, huruf kaf bertemu qaf contohnya: ﻧَﺨْﻠُﻘڪُﻢْ

Cara membacanya yaitu dengan menyamarkan suara dengan huruf setelah huruf mati tersebut.

3. Idgham mutajanisain

Idgham mutajanisain yaitu hukum bacaan tajwid ketika dua huruf dengan makhraj yang sama tetapi tidak sama sifatnya bertemu seperti  huruf ta bertemu tsa, lam bertemu ro serta dzal dan huruf zha. Contohnya dari idgham ini adalah: ﻗُﻞ ﺭَﺏﱢ

Cara membacanya yaitu dengan mentasydidkan huruf setelah huruf mati dan menghilangkan suara huruf mati tersebut.

Hukum Bacaan Alif Lam

Hukum bacaan tajwid alif lam yaitu apabila alif-lam (ال)yang disebut lam ta’rif bertemu dengan salah satu dari 29 huruf hijaiyah. hukum ini bagi menjadi dua, yaitu:

Apabila alif-lam bertemu dengan salah satu dari 14 huruf syamsiyah maka hukumnya dibaca idgham syamsiyah.

Huruf syamsiyah yaitu : ط ث ص ر ت ض ذ ن د س ظ ز ش ل

Cara membacanya yaitu dengan memasukkan atau mentasydidkan huruf syamsiyah tersebut

Dan jika lam tarif bertemu dengan salah satu dari 15 huruf qamariyah, maka hukumnya dibaca izhar qamariyah.

Huruf qamariyah yaitu : ء ا ب غ ح ج ك و خ ف ع ق ي م ه

Untuk membaca alif lam bertemu dengan huruf tersebut maka dibaca dengan jelas tanpa memasukkan huruf.

Qalqalah

Huruf qalqalah ada 5, yaitu: ba (ب), jim (ج), dal (د), ta (ط), dan qaf (ق) . Apabila salah satu dari 5 huruf tersebut berharakat sukun dan berada di tengah atau di akhir kata, maka hukumnya dibaca qalqalah.

Cara pengucapan qalqalah yaitu dengan memantulkan huruf qalqalah tersebut.

Hukum Bacaan Mad

Selanjutnya ada hukum bacaan mad (panjang) yang artinya melanjutkan. Cara pengucapan hukum bacaan tajwid yang satu ini adalah memanjangkan suara huruf hijaiyah.

Huruf mad ada tiga yakni alif, waw dan ya. Apabila huruf hijaiyah bertemu dengan huruf tersebut, maka wajib dipanjangkan suaranya. misalnya ba (ب) bertemu dengan alif (بَا)maka dibaca “Baa”

Lalu pada hukum bacaan mad sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu mad asli (thabi’i) dan mad far’i.

Dan mad far’i terbagi menjadi beberapa bagian, seperti mad jaiz, mad wajib, mad arid, mad lazim dan mad lain.

Untuk pembahasan lengkap mengenai mad akan dijelaskan pada artikel berikut ini.

Demikian ulasan tentang Belajar Hukum Bacaan Tajwid yang tepat yang ePondok bahas pada kesempatan kali ini. Isnya Allah dengan mempelajari tajwid diatas, kita dapat membaca Al Quran dengan baik dan benar. Terima kasih.

Artikel Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here